Kamis, 13 September 2018

Cairan Infus (Komposisi, Indikasi)

Cairan Kristaloid


1. Normal Saline
Komposisi (mmol/l) : Na = 154, Cl = 154.
Kemasan : 100, 250, 500, 1000 ml.
Indikasi :
a. Resusitasi
Pada kondisi kritis, sel-sel endotelium pembuluh darah bocor, diikuti oleh keluarnya molekul protein besar ke kompartemen interstisial, diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial karena gradien osmosis. Plasma expander berguna untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang pada intravaskuler.
b. Diare
Kondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, cairan NaCl digunakan untuk mengganti cairan yang hilang tersebut.
c. Luka Bakar
Manifestasi luka bakar adalah syok hipovolemik, dimana terjadi kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler dalam jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar. Untuk mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan NaCl, ringer laktat, atau dekstrosa.
d. Gagal Ginjal Akut
Penurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal menjaga homeostasis tubuh. Keadaan ini juga meningkatkan metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pemberian normal saline dan glukosa menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit.
Kontraindikasi : hipertonik uterus, hiponatremia, retensi cairan. Digunakan dengan pengawasan ketat pada CHF, insufisiensi renal, hipertensi, edema perifer dan edema paru.
Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume besar (biasanya paru-paru), penggunaan dalam jumlah besar menyebabkan akumulasi natrium.
2. Ringer Laktat (RL)
Komposisi (mmol/100ml) : Na = 130-140, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l.
Kemasan : 500, 1000 ml.
Cara Kerja Obat : keunggulan terpenting dari larutan Ringer Laktat adalah komposisi elektrolit dan konsentrasinya yang sangat serupa dengan yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium merupakan kation utama dari plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation terpenting di intraseluler dan berfungsi untuk konduksi saraf dan otot. Elektrolit-elektrolit ini dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan cairan pada dehidrasi dan syok hipovolemik termasuk syok perdarahan.
Indikasi : mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok hipovolemik. Ringer laktat menjadi kurang disukai karena menyebabkan hiperkloremia dan asidosis metabolik, karena akan menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi akibat metabolisme anaerob.
Kontraindikasi : hipernatremia, kelainan ginjal, kerusakan sel hati, asidosis laktat.
Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume yang besar, biasanya paru-paru.
Peringatan dan Perhatian : ”Not for use in the treatment of lactic acidosis”. Hati-hati pemberian pada penderita edema perifer pulmoner, heart failure/impaired renal function & pre-eklamsia.

3. Dekstrosa
Komposisi : glukosa = 50 gr/l (5%), 100 gr/l (10%), 200 gr/l (20%).
Kemasan : 100, 250, 500 ml.
Indikasi : sebagai cairan resusitasi pada terapi intravena serta untuk keperluan hidrasi selama dan sesudah operasi. Diberikan pada keadaan oliguria ringan sampai sedang (kadar kreatinin kurang dari 25 mg/100ml).
Kontraindikasi : Hiperglikemia.
Adverse Reaction : Injeksi glukosa hipertonik dengan pH rendah dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah dan tromboflebitis.

4. Ringer Asetat (RA)
Larutan ini merupakan salah satu cairan kristaloid yang cukup banyak diteliti. Larutan RA berbeda dari RL (Ringer Laktat) dimana laktat terutama dimetabolisme di hati, sementara asetat dimetabolisme terutama di otot. Sebagai cairan kristaloid isotonik yang memiliki komposisi elektrolit mirip dengan plasma, RA dan RL efektif sebagai terapi resusitasi pasien dengan dehidrasi berat dan syok, terlebih pada kondisi yang disertai asidosis. Metabolisme asetat juga didapatkan lebih cepat 3-4 kali dibanding laktat. Dengan profil seperti ini, RA memiliki manfaat-manfaat tambahan pada dehidrasi dengan kehilangan bikarbonat masif yang terjadi pada diare.
Indikasi : Penggunaan Ringer Asetat sebagai cairan resusitasi sudah seharusnya diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat seperti sirosis hati dan asidosis laktat. Hal ini dikarenakan adanya laktat dalam larutan Ringer Laktat membahayakan pasien sakit berat karena dikonversi dalam hati menjadi bikarbonat.
Ringer Asetat telah tersedia luas di berbagai negara. Cairan ini terutama diindikasikan sebagai pengganti kehilangan cairan akut (resusitasi), misalnya pada diare, DBD, luka bakar/syok hemoragik; pengganti cairan selama prosedur operasi; loading cairan saat induksi anestesi regional; priming solution pada tindakan pintas kardiopulmonal; dan juga diindikasikan pada stroke akut dengan komplikasi dehidrasi.
Manfaat pemberian loading cairan pada saat induksi anastesi, misalnya ditunjukkan oleh studi Ewaldsson dan Hahn (2001) yang menganalisis efek pemberian 350 ml RA secara cepat (dalam waktu 2 menit) setelah induksi anestesi umum dan spinal terhadap parameter-parameter volume kinetik. Studi ini memperlihatkan pemberian RA dapat mencegah hipotensi arteri yang disebabkan hipovolemia sentral, yang umum terjadi setelah anestesi umum/spinal.
Untuk kasus obstetrik, Onizuka dkk (1999) mencoba membandingkan efek pemberian infus cepat RL dengan RA terhadap metabolisme maternal dan fetal, serta keseimbangan asam basa pada 20 pasien yang menjalani kombinasi anestesi spinal dan epidural sebelum seksio sesarea. Studi ini memperlihatkan pemberian RA lebih baik dibanding RL untuk ke-3 parameter di atas, karena dapat memperbaiki asidosis laktat neonatus (kondisi yang umum terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami eklampsia atau pre-eklampsia).
Dehidrasi dan gangguan hemodinamik dapat terjadi pada stroke iskemik/hemoragik akut, sehingga umumnya para dokter spesialis saraf menghindari penggunaan cairan hipotonik karena kekhawatiran terhadap edema otak. Namun, Hahn dan Drobin (2003) memperlihatkan pemberian RA tidak mendorong terjadinya pembengkakan sel, karena itu dapat diberikan pada stroke akut, terutama bila ada dugaan terjadinya edema otak.
Hasil studi juga memperlihatkan RA dapat mempertahankan suhu tubuh lebih baik dibanding RL secara signifikan pada menit ke 5, 50, 55, dan 65, tanpa menimbulkan perbedaan yang signifikan pada parameter-parameter hemodinamik (denyut jantung dan tekanan darah sistolik-diastolik).
Tabel I. Komposisi Beberapa Cairan Kristaloid
Cairan
Tonusitas
Na(mmol/l)
Cl(mmol/l)
K (mmol/)
Ca (mmol/l)
Glukosa (mg/dl)
Laktat (mmol/l)
Asetat (mmol/l)
NaCl 0,9 %
308 (isotonus)
154
154
½ Saline
154 (hipotonus)
77
77
Dextrose 5 %
253 (hipotonus)
5000
D5NS
561 (hipertonus
154
154
5000
D5 ¼NS
330 (isotonus)
38,5
38,5
5000
2/3 D & 1/3 S
Hipertonus
51
51
3333
Ringer Laktat
273 (isotonus)
130
109
4
3
28
D5 RL
273 (isotonus)
130
109
4
3
50
28
Ringer Asetat
273,4 (isotonus)
130
109
4
3
28

Cairan Koloid
Merupakan larutan yang terdiri dari molekul-molekul besar yang sulit menembus membran kapiler, digunakan untuk mengganti cairan intravaskuler. Umumnya pemberian lebih kecil, onsetnya lambat, durasinya lebih panjang, efek samping lebih banyak, dan lebih mahal.
Mekanisme secara umum memiliki sifat seperti protein plasma sehingga cenderung tidak keluar dari membran kapiler dan tetap berada dalam pembuluh darah, bersifat hipertonik dan dapat menarik cairan dari pembuluh darah. Oleh karena itu penggunaannya membutuhkan volume yang sama dengan jumlah volume plasma yang hilang. Digunakan untuk menjaga dan meningkatkan tekanan osmose plasma.
1. Albumin
Komposisi : Albumin yang tersedia untuk keperluan klinis adalah protein 69-kDa yang dimurnikan dari plasma manusia (cotoh: albumin 5%).
Albumin merupakan koloid alami dan lebih menguntungkan karena : volume yang dibutuhkan lebih kecil, efek koagulopati lebih rendah, resiko akumulasi di dalam jaringan pada penggunaan jangka lama yang lebih kecil dibandingkan starches dan resiko terjadinya anafilaksis lebih kecil.
Indikasi :
·                     Pengganti volume plasma atau protein pada keadaan syok hipovolemia, hipoalbuminemia, atau hipoproteinemia, operasi, trauma, cardiopulmonary bypass, hiperbilirubinemia, gagal ginjal akut, pancretitis, mediasinitis, selulitis luas dan luka bakar.
·                     Pengganti volume plasma pada ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome). Pasien dengan hipoproteinemia dan ARDS diterapi dengan albumin dan furosemid yang dapat memberikan efek diuresis yang signifikan serta penurunan berat badan secara bersamaan.
·                     Hipoalbuminemia yang merupakan manifestasi dari keadaan malnutrisi, kebakaran, operasi besar, infeksi (sepsis syok), berbagai macam kondisi inflamasi, dan ekskresi renal berlebih.
·                     Pada spontaneus bacterial peritonitis (SBP) yang merupakan komplikasi dari sirosis. Sirosis memacu terjadinya asites/penumpukan cairan yang merupakan media pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Terapi antibiotik adalah pilihan utama, sedangkan penggunaan albumin pada terapi tersebut dapat mengurangi resiko renal impairment dan kematian. Adanya bakteri dalam darah dapat menyebabkan terjadinya multi organ dysfunction syndrome (MODS), yaitu sindroma kerusakan organ-organ tubuh yang timbul akibat infeksi langsung dari bakteri.
Kontraindikasi : gagal jantung, anemia berat.
Produk : Plasbumin 20, Plasbumin 25.
2. HES (Hydroxyetyl Starches)
Komposisi Starches tersusun atas 2 tipe polimer glukosa, yaitu amilosa dan amilopektin.
Indikasi : Penggunaan HES pada resusitasi post trauma dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan resiko kebocoran kapiler.
Kontraindikasi : Cardiopulmonary bypass, dapat meningkatkan resiko perdarahan setelah operasi, hal ini terjadi karena HES berefek antikoagulan pada dosis moderat (>20 ml/kg). Sepsis, karena dapat meningkatkan resiko acute renal failure (ARF). Penggunaan HES pada sepsis masih terdapat perdebatan.
Muncul spekulasi tentang penggunaan HES pada kasus sepsis, dimana suatu penelitian menyatakan bahwa HES dapat digunakan pada pasien sepsis karena :
·                     Tingkat efikasi koloid lebih tinggi dibandingkan kristaloid, disamping itu HES tetap bisa digunakan untuk menambah volume plasma meskipun terjadi kenaikan permeabilitas.
·                     Pada syok hipovolemia diperoleh innvestigasi bahwa HES dan albumin menunjukkan manifestasi edema paru yang lebih kecil dibandingkan kristaloid.
·                     Dengan menjaga COP, dapat mencegah komplikasi lebih lanjut seperti asidosis refraktori.
·                     HES juga mempunyai kemampuan farmakologi yang sangat menguntungkan pada kondisi sepsis yaitu menekan laju sirkulasi dengan menghambat adesi molekuler.
Sementara itu pada penelitian yang lain, disimpulkan HES tidak boleh digunakan pada sepsis karena :
·                     Edema paru tetap terjadi baik setelah penggunaan kristaloid maupun koloid (HES), yang manifestasinya menyebabkan kerusakan alveoli.
·                     HES tidak dapat meningkatkan sirkulasi splanchnic dibandingkan dengan gelatin pada pasien sepsis dengan hipovolemia.
·                     HES mempunyai resiko lebih tinggi menimbulkan gangguan koagulasi, ARF, pruritus, dan liver failure. Hal ini terutama terjadi pada pasien dengan kondisi iskemik reperfusi (contoh: transplantasi ginjal).
·                     Resiko nefrotoksik pada HES dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan gelatin pada pasien dengan sepsis.
Adverse reaction : HES dapat terakumulasi pada jaringan retikulo endotelial jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menimbulkan pruritus.
Contoh : HAES steril, Expafusin.
3. Dextran
Komposisi : dextran tersusun dari polimer glukosa hasil sintesis dari bakteri Leuconostoc mesenteroides, yang ditumbuhkan pada media sukrosa.
Indikasi :
·                     Penambah volume plasma pada kondisi trauma, syok sepsis, iskemia miokard, iskemia cerebral, dan penyakit vaskuler perifer.
·                     Mempunyai efek anti trombus, mekanismenya adalah dengan menurunkan viskositas darah, dan menghambat agregasi platelet. Pada suatu penelitian dikemukakan bahwa dextran-40 mempunyai efek anti trombus paling poten jika dibandingkan dengan gelatin dan HES.
Kontraidikasi : pasien dengan tanda-tanda kerusakan hemostatik (trombositopenia, hipofibrinogenemia), tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal dengan oliguria atau anuria yang parah.
Adverse Reaction : Dextran dapat menyebabkan syok anafilaksis, dextran juga sering dilaporkan dapat menyebabkan gagal ginjal akibat akumulasi molekul-molekul dextran pada tubulus renal. Pada dosis tinggi, dextran menimbulkan efek pendarahan yang signifikan.
Contoh : hibiron, isotic tearin, tears naturale II, plasmafusin.
4. Gelatin
Komposisi : Gelatin diambil dari hidrolisis kolagen bovine.
Indikasi : Penambah volume plasma dan mempunyai efek antikoagulan,
Pada sebuah penelitian invitro dengan tromboelastropgraphy diketahui bahwa gelatin memiliki efek antikoagulan, namun lebih kecil dibandingkan HES.
Kontraindikasi : haemacel tersusun atas sejumlah besar kalsium, sehingga harus dihindari pada keadaan hiperkalsemia.
Adverse reaction : dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Pada penelitian dengan 20.000 pasien, dilaporkan bahwa gelatin mempunyai resiko anafilaksis yang tinggi bila dibandingkan dengan starches.
Contoh : haemacel, gelofusine.
Cairan Khusus
MANNITOL
D-Manitol. C6H14O6
Indikasi
Menurunkan tekanan intrakranial yang tinggi karena edema serebral, meningkatkan diuresis pada pencegahan dan/atau pengobatan oliguria yang disebabkan gagal ginjal, menurunkan tekanan intraokular, meningkatkan ekskresi uriner senyawa toksik, sebagai larutan irigasi genitouriner pada operasi prostat atau operasi transuretral.
ASERING
Indikasi:
Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.
Komposisi:
Setiap liter asering mengandung:
·                     Na 130 mEq
·                     K 4 mEq
·                     Cl 109 mEq
·                     Ca 3 mEq
·                     Asetat (garam) 28 mEq
Keunggulan:
·                     Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati
·                     Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus
·                     Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran
·                     Mempunyai efek vasodilator
·                     Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral
KA-EN 1B
Indikasi:
·                     Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi (dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)
·                     <>
·                     Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak
·                     Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam
Komposisi :
Tiap 1000 ml isi mengandung
–          sodium klorida 2,25 g
–          anhidrosa dekstros 37,5 g.
–          Elektrolit (meq/L) :
a.       Na+ 38,5
b.      Cl- 38,5
c.       Glukosa 37,5 g/L.
d.      kcal/L : 150
KA-EN 3A & KA-EN 3B
Indikasi:
·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
·                     Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A
·                     Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B
Kompisisi  :
KA-EN 3A
Tiap liter isi mengandung
–          sodium klorida 2,34 g
–          potassium klorida 0,75 g, sodium laktat 2,24 g
–          anhydrous dekstros 27 g.
–          Elektrolit (mEq/L)
a.       Na+ 60
b.      K+ 10
c.       Cl- 50
d.      laktat- 20
e.       glukosa : 27 g/L.
f.       kcal/L : 108
KA-EN 3B
Tiap liter isi mengandung
–          sodium klorida 1,75g,
–          ptasium klorida 1,5g,
–          sodium laktat 2,24g,
–          anhydrous dekstros 27g.
–          Elektrolit (mEq/L) :
a.       Na+ 50,
b.      K+ 20,
c.       Cl- 50,
d.      laktat- 20,
e.       glukosa 27 g/L.
f.       kcal/L. 108
KA-EN MG3
Indikasi :
·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas
·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)
·                     Mensuplai kalium 20 mEq/L
·                     Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L
Komposisi :
Tiap liter isi mengandung bahan :
–          sodium klorida 1,75g,
–          potassium klorida 1,5g,
–          sodium laktat 2,24g,
–          anhydrous dekstros 100g.
–          Elektrolit (mEq/L) :
A.    Na+ 50,
B.     K+ 20,
C.     Cl- 50,
D.    laktat- 20,
E.     glukosa 100 g/L;
F.      kcal/L: 400
KA-EN 4A
Indikasi :
·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
·                     Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
Komposisi (per 1000 ml):
·                     Na 30 mEq/L
·                     K 0 mEq/L
·                     Cl 20 mEq/L
·                     Laktat 10 mEq/L
·                     Glukosa 40 gr/L
KA-EN 4B
Indikasi:
·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun
·                     Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia
·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
Komposisi:
·                     Na 30 mEq/L
·                     K 8 mEq/L
·                     Cl 28 mEq/L
·                     Laktat 10 mEq/L
·                     Glukosa 37,5 gr/L
Otsu-NS
Indikasi:
·                     Untuk resusitasi
·                     Kehilangan Na > Cl, misal diare
·                     Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)
Mengandung elektrolit mEq/L
· Na+ = 154
· Cl = 154
Otsu-RL
Indikasi:
·                     Resusitasi
·                     Suplai ion bikarbonat
·                     Asidosis metabolik
Mengandung elektrolit mEq/L
· Na+ = 130
· Cl = 108.7
· K+ = 4
· Ca++ = 2.7
· Laktat = 28
MARTOS-10
Indikasi:
·                     Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
·                     Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein
·                     Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam
·                     Mengandung 400 kcal/L
AMIPAREN
Indikasi:
·                     Stres metabolik berat
·                     Luka bakar
·                     Infeksi berat
·                     Kwasiokor
·                     Pasca operasi
·                     Total Parenteral Nutrition
·                     Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit
Komposisi
Setiap liter Amiparen isi mengandung
–          L-leucine 14g,
–          L-isoleucine 8g,
–          L-valine 8g,
–          lysine acetate 14,8g (L-lysine equivalent 10,5g),
–          L-threonine 5,7g,
–          L-tryptophan 2g,
–          L-methionine 3,9g,
–          L-phenylalanine 7g,
–          L-cysteine 1g,
–          L-tyrosine 0,5g,
–          L-arginine 10,5g,
–          L-histidine 5g,
–          L-alanine 8g,
–          L-proline 5g,
–          L-serine 3g,
–          aminoacetic acid 5,9g,
–          L-aspartic acid 30 w/w%,
–          total nitrogen 15,7g,
–          sodium kurang lebih 2 mEq,
–          acetate kira-kira 1220 mEq.
–          Sodium bisulfit ditambahkan sebagai stabilisator.
AMINOVEL-600
Indikasi:
·                     Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI
·                     Penderita GI yang dipuasakan
·                     Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi)
·                     Stres metabolik sedang
·                     Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)
Komposisi :
Tiap liter Aminovel 600 berisi
–          amino acid (L-form) 50g,
–          D-sorbitol 100g,
–          ascorbic acid 400mg,
–          inositol 500mg,
–          nicotinamide 60mg,
–          pyridoxine HCl 40mg,
–          riboflavin sodium phosphate 2,5mg,
–          Elektrolit :
a.       Sodium 35 mEq,
b.      potassium 25 mEq,
c.       magnesium 5 mEq,
d.      acetate 35 mEq,
e.       maleate 22 mEq,
f.       chloride 38 mEq.
–          Setiap 50g asam amino berisi :
a.       L-isoleucine 3,2gram,
b.      L-leucine 2,4g,
c.       L-lysine (calculated as base) 2g,
d.      L-methionine 3g,
e.       L-phenylalanine 4g,
f.       L-threonine 2g,
g.      L-tryptophan 1g,
h.      L-valine 3,2g,
i.        L-arginine (calculated as base) 6,2g,
j.        L-histidine (calculated as base) 1g,
k.      L-alanine 6g,
l.        glycine 14g,
m.    L-proline 2g
PAN-AMIN G
Indikasi:
·                     Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan
·                     Nutrisi dini pasca operasi
·                     Tifoid
Komposisi
Tiap liter infuse mengandung
–          L-arginine HCl 2,7g,
–          L-histidine HCl H2O 1,3g,
–          L-isoleucine 1,8g,
–          L-leucine 4,1g,
–          L-lysine HCl 6,2g,
–          L-methionine 2,4g,
–          L-phenyilalanine 2,9g,
–          L-threonine 1,8g,
–          L-tryptophane 0,6g,
–          L-valine 2g,
–          glycine 3,4g,
–          D-sorbitol 50g
–          air.
TUTOFUSIN OPS
Per liter :
          Natrium 100 mEq,
–          Kalium 18 mEq,
–          Kalsium 4 mEq,
–          Magnesium 6 mEg,
–          Klorida 90 mEq,
–          Asetat 38 mEq,
–          Sorbitol 50 gram.
Indikasi :
o Air & elektrolit yang dibutuhkan pada fase sebelum, selama, & sesudah operasi.
O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit selama masa pra operasi, intra operasi dan pasca operasi
O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit pada keadaan dehidrasi isotonik dan kehilangan cairan intraselular
o Memenuhi kebutuhan karbohidrat secara parsial
Kontraindikasi :
O Insufisiensi ginjal
O intoleransi Fruktosa & Sorbitol
O kekurangan Fruktosa-1-6-difosfate
O keracunan Metil alkohol.
Hati-hati pada :
O Penyakit ginjal atau jantung
O retensi cairan
O hipernatremia.

source : Posted on  by mangsholeh

Minggu, 09 September 2018

TIPS TERNAK KALKUN 2

Kalkun adalah salah satu jenis hewan ternak dari jenis unggas. Unggas yang satu ini memiliki klasifikasi berasal dari ordo Galliformes dan genus Meleagris. Di Indonesia, budidaya atau ternak kalkun masih tergolong jarang, pasalnya daging kalkun masih kalah dominan dibandingkan dengan daging ayam. Padahal manfaat dan kandungan gizi daging kalkun sangat banyak dan rasanya pun lebih lezat.
Ayam Kalkun mempunyai daging yang rendah akan lemak. Sehingga aman untuk dikonsumsi untuk jangka panjang. Selain itu daging kalkun mengandung vitamin B6, B12, Niacin, Selenium ( zat anti kanker), kalium, besi, fosfor dan seng. Daging kalkun juga mengandung protein yang tinggi, zinc, asam oleat dan Omega 6 yang tinggi. Jika Anda rajin mengkonsumsi daging kalkun maka manfaat yang bisa didapatkan yaitu bisa menyehatkan jantung, meningkatkan kecerdasan otak bagi anak, meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh Anda.
Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari daging kalkun. Bisnis ternak ayam kalkun juga sangatlah menggiurkan, pasalnya harga karkas (daging tubuh tanpa kepala) dengan bobot 5-6 kg mencapai harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Sedangkan karkas yang berbobot 8kg harganya mencapai Rp 600.000, sebuah harga yang fantastis.
Gambar Ternak Kalkun
Tips Cara ternak Kalkun Yang Menguntungkan
Pemilihan Bibit untuk Ternak Kalkun
Ketika Anda berniat untuk ternak kalkun, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit kalkun. Sebab, pemilihan bibit yang kurang baik akan berdampak pada hasil ternak yang kurang maksimal. Kriteria bibit yang baik adalah sebagai berikut:
Kalkun Jantan
  • Mempunyai badan yang kuat dan bentuknya memanjang.
  • Mempunyai tulang supit yang rapat.
  • Paruhnya bersih.
  • Bulu – bulunya teratur dengan rapih dan sayapnya kuat.
  • Mempunyai kaki dan kuku yang bersih dan sisiknya teratur.
  • Mempunyai mata yang jernih.
Kalkun Betina
  • Mempunyai badan yang besar dan perut yang luas.
  • Karankulanya halus.
  • Mempunyai paruh pendek dan kuat.
  • Bentuk muka sedang ( tidak terlalu lebar ).
  • Mempunyai mata yang jernih.

Jika baru telur pertama sampai telur ke 3 idealnya proses kawin dalam budidaya ayam kalkun harus dilakukan setiap hari karena akan membantu proses pematangan sel telur, sehingga persentase menghasilkan anakan kalkun tinggi. (hal tersebut diluar faktor lain).


Pemilihan Lokasi Ternak Kalkun
Sama halnya dengan memilih bibit kalkun, pemilihan lokasi dalam ternak kalkun merupakan hal yang sangat penting. Sebab, jika lokasi ternak kalkun tidak sesuai maka pertumbuhan kalkun akan terganggu. Pemilihan lokasi yang baik dalam beternak kalkun adalah sebagai berikut:
  • Aman dari aktifitas manusia, gangguan binatang, banjir dan tanah longsor.
  • Tempat tidak lembab dan suhu udara normal.
  • Jauh dari pemukiman penduduk.
  • Mendapat sinar matahari langsung.
  • Mudah mensuplai makanan tambahan.
Pembuatan Kandang Untuk Ternak Kalkun
Pembuatan kandang sebaiknya menyesuaikan jumlah kalkun. Jika kandang terlalu sempit  akan membuat bulu dari kalkun tersebut menjadi rusak. Selain itu dapat membuat kalkun tampak lemas atau kurang berenergi (tidak lincah). Sebaliknya jika kandang terlalu besar maka tidak akan efisien.
Kandang untuk ternak kalkun usia 0-30 hari
Kalkun pada usia 0 hingga 1 bulan ini membutuhkan kandang yang hangat. Buatlah kandang berbentuk boks dengan bambu atau kayu. Dapat juga menggunakan strimin dengan sudut berupa kayu. Gunakan koran bekas untuk melapisi bagian bawah atau sebagai alasnya. Jika kotoran dan sisa makanan sudah mulai banyak di atas koran tersebut, gantilah dengan yang baru. Setelah 1 bulan kandang akan mulai terasa sempit dikarenankan perkembangan dari kalkun. Oleh karenanya kurangi jumlah kalkun dalam kandang tersebut. Pada usia 1,5–2,5 bulan pisahkan menjadi 2 kandang.
Kandang kalkun usia diatas 2,5 bulan
Saat kalkun berusia diatas 2,5 bulan, buatkan kandang dengan ukuran  panjang 2 meter, lebar sekitar 80 cm dan tinggi sekitar 70 cm. Umumnya kandang tersebut hanya mampu menampung  20 ekor. Usia 3 bln kandang tersebut hanya mampu menampung 10 ekor, dan pada usia 3,5 bulan hanya mampu 8 ekor kalkun. Siapkanlah kandang yang lebih besar lagi. Agar lebih banyak menampung kalkun Anda.
ternak kalkun
kandang kalkun
Kandang Umbaran / Kandang Untuk Kalkun Dewasa
Kandang umbaran bisa Anda isi dengan 50 – 70 ekor kalkun. Pastikan kandang umbaran mempunyai karakter tanah yang kering dan tidak terlalu keras. Ukuran untuk kandang umbaran yang bisa Anda gunakan adalah 5 x 10 meter. Tambahkan atau buatkan atap. Sediakan tempat bertengger kalkun yang cukup pada bagian yang beratap.
Kandang umbaran pada kalkun di gunakan untuk beraktifitas sehari-hari seperti mencari makan dan membakar lemak. Sebaiknya dalam kandang umbaran ditanami sayuran seperti enceng gondok, sawi hijau, kangkung dan hijauan lainnya.
ternak kalkun
kalkun dewasa
Adapun beberapa jenis kandang lain yang bisa Anda gunakan untuk digunakan dalam aktifitas ternak kalkun. Berikut beberapa kandang tersebut :
Kandang Pejantan
Kandang pejantan di didesain hanya untuk menampung satu ekor kalkun jantan saja. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertengkaran antara pejantan yang satu dengan pejantan yang lain.
Kandang Untuk Mengerami
Kandang untuk mengerami dapat dibuat dari kayu atau pun berbahan plastik dengan bentuk boks. Untuk menjaga tetap hangat, berikan jerami atau merang sebagai alasnya. Tempatkan kandang tersebut pada tempat yang tersembunyi supaya kalkun tersebut tidak merasa terganggu ketika masa pengeraman.
Tips Mengawinkan Kalkun Bagi Pemula
Perkawinan adalah hal terpenting dalam ternak kalkun. Perkawinan ideal bagi kalkun adalah pada saat berusia 6 bulan. Perkawinan pada kalkun dapat dilakukan secara alami ataupun dengan bantuan Anda. Pada kalkun jantan yang sudah birahi ditandai dengan ciri – ciri selalu mengejar kalkun betina dan akan agresif dengan pejantan lainnya. Pisahkanlah kalkun jantan yang agresif ke kandang khusus yang telah Anda buat.
Jika perkawinan terjadi pada pasangan kalkun dengan ukuran yang sama,  perkawinan tidak akan sulit untuk dilakukan. Akan tetapi jika pejantan mempunyai tubuh yang besar dan betina mempunyai tubuh lebih kecil, maka akan membuat perkawinan menjadi sulit dilakukan. Karena kalkun betina akan kesakitan saat ditindih dan cengraman cakar jantan akan merusak bulu dan badan betina. Untuk menghindari hal tersebut maka dibutuhkan bantuan Anda untuk membantu perkawinan. Pegang kalkun betina Anda dengan erat. Pastikan saat perkawinan cakar jantan tidak melukai atau merusak tubuh betina. Setelah perkawinan, pejantan kita pisahkan atau masukkan kembali ke kandang pejantan.
ternak kalkun
kalkun kawin
Berikan tanda dengan mengalungkan pita ke kaki betina yang telah dikawini oleh pejantan. Demikian seterusnya pada kalkun betina lainnya yang telah dikawini oleh pejantan. Tanda tersebut Anda bisa gunakan untuk menandai indukan unggulan. Apakah nanti telur yang dihasilkan akan menetas semua atau tidak. Untuk betina yang telah bertelur dan beristirahat selama 2 minggu dapat dikawinkan kembali.
Prisip ternak kalkun adalah jangan mengawinkan kalkun yang belum siap. Jika dipaksakan akan mengakibatkan beberapa hal yang merugikan. Misalnya jumlah telur yang sedikit, bentuk telur abnormal, daya tetes rendah, serta indukan akan gampang sakit dan mati saat melakukan pengeraman.
Untuk pengeraman telur bisa dilakukan dikandang khusus pengeraman yang telah Anda buat. Pengeraman telur biasanya berlangsung selama 28 hari. Anda bisa juga menetaskan telur kalkun ke dalam mesin penetasan.
Demikian tips ternak kalkun bagian pertama. 


dalam budidaya ayam kalkun selanjutnya kami akan membahas perawatan anakan, pakan kalkun, panen dan analisis bisnis kalkun. Apabila Anda belum membaca artikel kami sebelumnya, kami sarankan Anda membacanya terlebih dahulu, karena kedua artikel ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat.
Peluang Budidaya Ayam Kalkun dan Analisis Bisnisnya ( Part II )
Budidaya Ayam Kalkun
Perawatan Anakan Budidaya Ayam Kalkun
Perawatan pasca menetas menjadi masa – masa yang paling krusial bagi kehidupan anakan kalkun. Tidak jarang pada saat ini anakan yang baru menetas akan mati. Penyebab kematian sangat beragam, mulai dari cuaca yang ekstrim, gangguan binatang dan terpapar penyakit. Kami akan berikan beberapa tips tentang perawatan anakan kalkun yang baru menetas.
Pisahkan Anakan Dari Induknya
Kalkun betina dalam satu kali bertelur mampu menghasilkan sampai belasan telur. Telur – telur menetas dalam waktu yang berbeda atau tidak sama. Selisih waktu penetasan telur biasanya sekitar 1 -3 hari. Anda harus segera memisahkan anakan kalkun yang telah menetas. Tempatkan pada kandang khusus anakan.
Buat Kandang Anakan Menjadi Kandang Yang Hangat
Jika Anda tidak memisahkan anakan dengan induknya, anakan kalkun biasanya mendapatkan rasa hangat dari induknya. Akan tetapi jika Anda memisahkan anakan dari indukan maka tempatkanlah anakan kalkun pada kandang yang hangat. Anakan kalkun tidak tahan terhadap cuaca yang dingin. Tambahkan lampu sebagai alat untuk menghangatkan kandang. Gunakanlah lampu pijar, karena jenis lampu ini mampu menghasilkan panas yang cukup dibandingkan lampu jenis lain. Semisal lampu neon atau lampu tabung. Agar hangat merata tutup kandang dengan menggunakan karung goni. Berikan lubang ventilas yang cukup untuk pergantian udara.
Lapisi Permukaan Kandang
Kandang yang kotor tidak dianjurkan untuk digunakan dalam budidaya ayam kalkun, terutama dalam perawatan anakan. Seringlah membersihkan kandang dari tumpahan air minum dan kotoran kalkun. Lapisilah kandang dengan koran atau karung goni untuk menyerap air. Anda bisa juga menggunakan sekam padi untuk melapisi bagian lantai kandang. Ganti segera dengan alas yang baru jika sudah tampak jenuh dengan air dan kotoran basah.
Jika cuaca dingin pilihlah alas yang mempunyai pori – pori besar. Semisal karung goni. Anak kalkun yang kedinginan memerlukan alas yang bisa untuk dicengkram. Jika tidak ada yang dicengkram maka telapak kaki yang masih lemah tersebut akan melengkung dan bentuknya akan terbawa sampai dewasa.
Jauhkan Dari Hewan Pengganggu
Kandang anakan harus mempunyai konstruksi dan bahan yang kuat. Sehingga kandang tidak gampang rusak dari serangan hewan pengganggu seperti kucing dan tikus. Pastikan kondisi kandang selalu dalam keadaan tertutup untuk menghidari serangan dari hewan pengganggu.
Berikan Vaksinasi
Vaksinasi adalah hal penting dalam budidaya ayam kalkun. Apalagi untuk anakan. Fungsi vaksinasi adalah untuk menghindarkan anakan kalkun dari serangan penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh. Vaksinasi bisa diberikan melalui cara vaksin tetes mata, tetes mulut ataupun melalui minuman. Vaksin untuk anakan kalkun sangat mudah Anda dapatkan di toko – toko pertanian / peternakan. Harganya pun cukup murah.
Berikan Pakan Yang Bergizi
Untuk langkah awal Anda bisa memberikan pur awal untuk anakan kalkun. Jangan berikan makan bekatul atau jagung. Letakkan pakan pada wadah yang telah disediakan dan jangan taburkan langsung ke lantai atau alas kandang. Hal tersebut akan membuat kandang menjadi kotor dan dapat menyebabkan penyakit.
Letakkan Kerikil Pada Tempat Minum Anakan
Salah satu pemicu terjadinya flu pada anakan kalkun adalah kondisi saat kalkun akan minum. Posisi hidung yang terlalu masuk ke dalam air menyebabkan hidung menjadi basah dan gampang terserang flu. Untuk menghindari hal tersebut maka Anda bisa menambahkan kerikil – kerikil kecil yang telah dibersihkan ke dalam tempat minum kalkun. Sehingga paruh tidak akan masuk terlalu dalam ketika anakan akan minum. Gantilah air minum setiap hari. Bersihkan tempat minum sampai benar – benar bersih termasuk kerikil yang ada di dalamnya. Jika Anda jarang mengganti air, maka anakan sangat rentan terserang penyakit.
Jemur Anakan Pada Pagi Hari
Jemurlah kandang dan anakan kalkun pada pagi hari. penjemuran berguna untuk menguatkan tubuh anak kalkun dan dapat mengurangi kelembaban alas pada kandang dan membunuh kuman – kuman penyakit.
Pakan Untuk Budidaya Ayam Kalkun
Pakan pokok pada ternak kalkun atau budidaya ayam kalkun diantaranya sebagai berikut;
  • Konsentrat
Konsentrat disini merupakan salah satu jenis BR yang umumnya dijual di warung atau kios-kios pakan ternak dan dipasar. Pemberian konsentrat harus menyesuaikan umur kalkun yang di pelihara. Konsentrat BR terbagi menjadi dua yaitu BR1 untuk budidaya ayam kalkun anakan dan BR2 untuk budidaya ayam kalkun dewasa.
  • Bekatul
Sebagian besar orang menyebut bekatul dengan sebutan dedak. Bekatul atau dedak terbuat dari serbuk sisa gilingan padi. Bekatul ini juga terbagi menjadi dua jenis yaitu bekatul halus untuk anakan dan bekatul kasar untuk dewasa.
  • Sayuran
Pada dasarnya kalkun merupakan hewan vegetarian. Kebanyakan orang yang memiliki peternakan kalkun memberikan pakan utama berupa 80% sayuran. Selain mengandung banyak vitamin dan nutrisi, sayuran juga lebih murah di bandingkan bekatul dan konsentrat. Sayuran yang umumnya menjadi pakan kalkun diantaranya sebagai berikut:
  • Sawi
  • Kangkung
  • Bayam
  • Enceng gondok
  • Daun pisang
  • Pepaya
  • Sayuran hijau lainnya.
Makanan lain yang biasa di konsumsi dalam budidaya ayam kalkun adalah tahu putih, sisa makanan, nasi aking dan sebagainya. Cara membuat pakan kalkun adalah sebagai berikut: potong kecil-kecil sayuran hijau, kemudian masukan potongan sayur tersebut kedalam wadah dan dicampur dengan bekatul serta konsentrat. Setelah itu berikan sedikit air lalu diremas-remas hingga tercampur merata seperti adonan.
Panen Ayam Kalkun
Kalkun yang telah berusia lebih dari dua bulan sudah layak dipanen. Panen ternak kalkun meliputi pemanenan daging dan juga telur. Selain dimanfaatkan daging dan telurnya kotoran kalkun pun sekarang sering di gunakan sebagai pupuk organik. Bahkan bulu kalkun juga laku dijual. Biasanya bulu kalkun di gunakan untuk hiasan dan asesoris.
Peluang Budidaya Ayam Kalkun dan Analisis Bisnisnya ( Part II )
Budidaya Ayam Kalkun
Pemanenan daging memiliki dua cara yaitu secara eceran atau daging utuh tanpa kepala (karkas). Keduanya memiliki harga yang sangat tinggi
Rincian harga hasil panen budidaya ayam kalkun adalah sebagai berikut:
  • Daging eceran : Rp 60.000 – 80.000 /kg
  • Karkas (Daging utuh tanpa kepala) 
  • Karkas dibawah 4kg : Rp 277.500
  • Karkas 4kg – 4,99kg : Rp 352.000
  • Karkas 5kg – 5,99kg : Rp 427.500
  • Karkas 6kg – 6,99kg : Rp 487.500
  • Karkas 7kg – 7,99kg : Rp 562.500
  • Karkas 8kg – 8,99kg : Rp 637.500
  • Karkas diatas 9kg : Rp 712.500
  • Harga telur : Rp 15.000 /butir
  • Bulu kalkun : Rp 2000 /helai
Analisis Bisnis Budidaya Ayam Kalkun
Anggaran untuk membeli 10 ekor indukan betina dengan 1 ekor pejantan:
Modal awal membeli indukan:
  • 10 indukan betina X Rp 400.000 = Rp 4.000.000
  • 1 ekor pejantan = Rp 250.000
Modal awal membeli indukan = Rp 4.250.000
Anggaran pembelian pakan indukan:
Pakan untuk indukan sebanyak 10 ekor betina dan 1 ekor jantan dapat di rinci sebagai berikut:
  • 2 kg (bekatul + hijauan) X Rp 2.500 = Rp 5000 / hari
Keterangan: Kalkun sehari hanya membutuhkan 2x makan yaitu pagi dan sore hari. Setiap kali makan hanya membutuhkan 1kg bekatul + hijauan.
  • 1 bulan = 30 hari X Rp 5.000 = Rp 150.000
  • 2 bulan = Rp 150.000 X 2 = Rp 300.000
Catatan:
Satu periode budidaya ayam kalkun hanya memerlukan waktu selama 2 bulan. Indukan kalkun yang baik mampu bertelur sebanyak ± 12 butir. Siklus ternak dalam budidaya ayam kalkun adalah sebagai berikut:
  • Butuh waktu 12 hari untuk bertelur setelah dikawini oleh pejantan
  • Waktu pengeraman selama 28 hari
  • Setelah menetas, indukan dipisah dan disendirikan selama 5 hari
  • Setelah itu dijadikan satu dengan pejantan selama 15 hari
  • Setelah itu sudah bertelur lagi
Total waktu yang di butuhkan hingga bertelur lagi adalah 60 hari (2 bulan).
Biaya pembuatan kandang = Rp 450.000
Perhitungan hasil ternak kalkun
Perhitungan hasil budidaya ayam kalkun dalam 1 periode produksi  adalah sebagai berikut:
Setiap indukan umumnya bertelur sebanyak 12 butir, jika di kalikan 10 ekor indukan maka sekali masa bertelur Anda mendapat 120 butir telur kalkun. Namun jika Anda tetaskan  menjadi anakan kalkun, perkiraan  kemampuan menetasnya hanya 10 butir. Sehingga jika ditetaskan semua, kemungkinan Anda akan mendapat 100 ekor anak kalkun dalan 1 periode.
Harga per ekor anak kalkun yang baru menetas umumnya Rp 30.000 X 100 ekor,  maka Anda akan mendapat Rp 3.000.000 setiap periode produksi. Dalam setahun indukan dapat bereproduksi sebanyak 6 kali. Sehingga selama 1 tahun, dengan 10 indukan betina saja Anda akan mengantongi Rp 3.000.000 X 6 = Rp 18.000.000. Berikut akan kami paparkan perhitungan keuntungan beternak kalkun.
  • Modal awal budidaya ayam kalkun = Rp 4.250.000
  • Pakan /tahun = Rp 150.000 X 12 bulan = Rp 1.800.000
  • Biaya kandang = Rp 450.000
  • Total anggaran budidaya ayam kalkun selama setahun = Rp 6.500.000
  • Keuntungan bersih budidaya ayam kalkun selama setahun = Rp 18.000.000 – Rp 6.500.000 = Rp 11.500.000.
Jadi dengan 10 ekor indukan betina, rata-rata keuntungan bersih yang didapatkan ialah hampir 1 juta perbulan. Bayangkan jika anda memiliki 100 ekor indukan?


SOURCE :http://www.infoagribisnis.com/2016/10/budidaya-ayam-kalkun/