Minggu, 09 September 2018

TIPS TERNAK KALKUN 2

Kalkun adalah salah satu jenis hewan ternak dari jenis unggas. Unggas yang satu ini memiliki klasifikasi berasal dari ordo Galliformes dan genus Meleagris. Di Indonesia, budidaya atau ternak kalkun masih tergolong jarang, pasalnya daging kalkun masih kalah dominan dibandingkan dengan daging ayam. Padahal manfaat dan kandungan gizi daging kalkun sangat banyak dan rasanya pun lebih lezat.
Ayam Kalkun mempunyai daging yang rendah akan lemak. Sehingga aman untuk dikonsumsi untuk jangka panjang. Selain itu daging kalkun mengandung vitamin B6, B12, Niacin, Selenium ( zat anti kanker), kalium, besi, fosfor dan seng. Daging kalkun juga mengandung protein yang tinggi, zinc, asam oleat dan Omega 6 yang tinggi. Jika Anda rajin mengkonsumsi daging kalkun maka manfaat yang bisa didapatkan yaitu bisa menyehatkan jantung, meningkatkan kecerdasan otak bagi anak, meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh Anda.
Banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan dari daging kalkun. Bisnis ternak ayam kalkun juga sangatlah menggiurkan, pasalnya harga karkas (daging tubuh tanpa kepala) dengan bobot 5-6 kg mencapai harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000. Sedangkan karkas yang berbobot 8kg harganya mencapai Rp 600.000, sebuah harga yang fantastis.
Gambar Ternak Kalkun
Tips Cara ternak Kalkun Yang Menguntungkan
Pemilihan Bibit untuk Ternak Kalkun
Ketika Anda berniat untuk ternak kalkun, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit kalkun. Sebab, pemilihan bibit yang kurang baik akan berdampak pada hasil ternak yang kurang maksimal. Kriteria bibit yang baik adalah sebagai berikut:
Kalkun Jantan
  • Mempunyai badan yang kuat dan bentuknya memanjang.
  • Mempunyai tulang supit yang rapat.
  • Paruhnya bersih.
  • Bulu – bulunya teratur dengan rapih dan sayapnya kuat.
  • Mempunyai kaki dan kuku yang bersih dan sisiknya teratur.
  • Mempunyai mata yang jernih.
Kalkun Betina
  • Mempunyai badan yang besar dan perut yang luas.
  • Karankulanya halus.
  • Mempunyai paruh pendek dan kuat.
  • Bentuk muka sedang ( tidak terlalu lebar ).
  • Mempunyai mata yang jernih.

Jika baru telur pertama sampai telur ke 3 idealnya proses kawin dalam budidaya ayam kalkun harus dilakukan setiap hari karena akan membantu proses pematangan sel telur, sehingga persentase menghasilkan anakan kalkun tinggi. (hal tersebut diluar faktor lain).


Pemilihan Lokasi Ternak Kalkun
Sama halnya dengan memilih bibit kalkun, pemilihan lokasi dalam ternak kalkun merupakan hal yang sangat penting. Sebab, jika lokasi ternak kalkun tidak sesuai maka pertumbuhan kalkun akan terganggu. Pemilihan lokasi yang baik dalam beternak kalkun adalah sebagai berikut:
  • Aman dari aktifitas manusia, gangguan binatang, banjir dan tanah longsor.
  • Tempat tidak lembab dan suhu udara normal.
  • Jauh dari pemukiman penduduk.
  • Mendapat sinar matahari langsung.
  • Mudah mensuplai makanan tambahan.
Pembuatan Kandang Untuk Ternak Kalkun
Pembuatan kandang sebaiknya menyesuaikan jumlah kalkun. Jika kandang terlalu sempit  akan membuat bulu dari kalkun tersebut menjadi rusak. Selain itu dapat membuat kalkun tampak lemas atau kurang berenergi (tidak lincah). Sebaliknya jika kandang terlalu besar maka tidak akan efisien.
Kandang untuk ternak kalkun usia 0-30 hari
Kalkun pada usia 0 hingga 1 bulan ini membutuhkan kandang yang hangat. Buatlah kandang berbentuk boks dengan bambu atau kayu. Dapat juga menggunakan strimin dengan sudut berupa kayu. Gunakan koran bekas untuk melapisi bagian bawah atau sebagai alasnya. Jika kotoran dan sisa makanan sudah mulai banyak di atas koran tersebut, gantilah dengan yang baru. Setelah 1 bulan kandang akan mulai terasa sempit dikarenankan perkembangan dari kalkun. Oleh karenanya kurangi jumlah kalkun dalam kandang tersebut. Pada usia 1,5–2,5 bulan pisahkan menjadi 2 kandang.
Kandang kalkun usia diatas 2,5 bulan
Saat kalkun berusia diatas 2,5 bulan, buatkan kandang dengan ukuran  panjang 2 meter, lebar sekitar 80 cm dan tinggi sekitar 70 cm. Umumnya kandang tersebut hanya mampu menampung  20 ekor. Usia 3 bln kandang tersebut hanya mampu menampung 10 ekor, dan pada usia 3,5 bulan hanya mampu 8 ekor kalkun. Siapkanlah kandang yang lebih besar lagi. Agar lebih banyak menampung kalkun Anda.
ternak kalkun
kandang kalkun
Kandang Umbaran / Kandang Untuk Kalkun Dewasa
Kandang umbaran bisa Anda isi dengan 50 – 70 ekor kalkun. Pastikan kandang umbaran mempunyai karakter tanah yang kering dan tidak terlalu keras. Ukuran untuk kandang umbaran yang bisa Anda gunakan adalah 5 x 10 meter. Tambahkan atau buatkan atap. Sediakan tempat bertengger kalkun yang cukup pada bagian yang beratap.
Kandang umbaran pada kalkun di gunakan untuk beraktifitas sehari-hari seperti mencari makan dan membakar lemak. Sebaiknya dalam kandang umbaran ditanami sayuran seperti enceng gondok, sawi hijau, kangkung dan hijauan lainnya.
ternak kalkun
kalkun dewasa
Adapun beberapa jenis kandang lain yang bisa Anda gunakan untuk digunakan dalam aktifitas ternak kalkun. Berikut beberapa kandang tersebut :
Kandang Pejantan
Kandang pejantan di didesain hanya untuk menampung satu ekor kalkun jantan saja. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pertengkaran antara pejantan yang satu dengan pejantan yang lain.
Kandang Untuk Mengerami
Kandang untuk mengerami dapat dibuat dari kayu atau pun berbahan plastik dengan bentuk boks. Untuk menjaga tetap hangat, berikan jerami atau merang sebagai alasnya. Tempatkan kandang tersebut pada tempat yang tersembunyi supaya kalkun tersebut tidak merasa terganggu ketika masa pengeraman.
Tips Mengawinkan Kalkun Bagi Pemula
Perkawinan adalah hal terpenting dalam ternak kalkun. Perkawinan ideal bagi kalkun adalah pada saat berusia 6 bulan. Perkawinan pada kalkun dapat dilakukan secara alami ataupun dengan bantuan Anda. Pada kalkun jantan yang sudah birahi ditandai dengan ciri – ciri selalu mengejar kalkun betina dan akan agresif dengan pejantan lainnya. Pisahkanlah kalkun jantan yang agresif ke kandang khusus yang telah Anda buat.
Jika perkawinan terjadi pada pasangan kalkun dengan ukuran yang sama,  perkawinan tidak akan sulit untuk dilakukan. Akan tetapi jika pejantan mempunyai tubuh yang besar dan betina mempunyai tubuh lebih kecil, maka akan membuat perkawinan menjadi sulit dilakukan. Karena kalkun betina akan kesakitan saat ditindih dan cengraman cakar jantan akan merusak bulu dan badan betina. Untuk menghindari hal tersebut maka dibutuhkan bantuan Anda untuk membantu perkawinan. Pegang kalkun betina Anda dengan erat. Pastikan saat perkawinan cakar jantan tidak melukai atau merusak tubuh betina. Setelah perkawinan, pejantan kita pisahkan atau masukkan kembali ke kandang pejantan.
ternak kalkun
kalkun kawin
Berikan tanda dengan mengalungkan pita ke kaki betina yang telah dikawini oleh pejantan. Demikian seterusnya pada kalkun betina lainnya yang telah dikawini oleh pejantan. Tanda tersebut Anda bisa gunakan untuk menandai indukan unggulan. Apakah nanti telur yang dihasilkan akan menetas semua atau tidak. Untuk betina yang telah bertelur dan beristirahat selama 2 minggu dapat dikawinkan kembali.
Prisip ternak kalkun adalah jangan mengawinkan kalkun yang belum siap. Jika dipaksakan akan mengakibatkan beberapa hal yang merugikan. Misalnya jumlah telur yang sedikit, bentuk telur abnormal, daya tetes rendah, serta indukan akan gampang sakit dan mati saat melakukan pengeraman.
Untuk pengeraman telur bisa dilakukan dikandang khusus pengeraman yang telah Anda buat. Pengeraman telur biasanya berlangsung selama 28 hari. Anda bisa juga menetaskan telur kalkun ke dalam mesin penetasan.
Demikian tips ternak kalkun bagian pertama. 


dalam budidaya ayam kalkun selanjutnya kami akan membahas perawatan anakan, pakan kalkun, panen dan analisis bisnis kalkun. Apabila Anda belum membaca artikel kami sebelumnya, kami sarankan Anda membacanya terlebih dahulu, karena kedua artikel ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat.
Peluang Budidaya Ayam Kalkun dan Analisis Bisnisnya ( Part II )
Budidaya Ayam Kalkun
Perawatan Anakan Budidaya Ayam Kalkun
Perawatan pasca menetas menjadi masa – masa yang paling krusial bagi kehidupan anakan kalkun. Tidak jarang pada saat ini anakan yang baru menetas akan mati. Penyebab kematian sangat beragam, mulai dari cuaca yang ekstrim, gangguan binatang dan terpapar penyakit. Kami akan berikan beberapa tips tentang perawatan anakan kalkun yang baru menetas.
Pisahkan Anakan Dari Induknya
Kalkun betina dalam satu kali bertelur mampu menghasilkan sampai belasan telur. Telur – telur menetas dalam waktu yang berbeda atau tidak sama. Selisih waktu penetasan telur biasanya sekitar 1 -3 hari. Anda harus segera memisahkan anakan kalkun yang telah menetas. Tempatkan pada kandang khusus anakan.
Buat Kandang Anakan Menjadi Kandang Yang Hangat
Jika Anda tidak memisahkan anakan dengan induknya, anakan kalkun biasanya mendapatkan rasa hangat dari induknya. Akan tetapi jika Anda memisahkan anakan dari indukan maka tempatkanlah anakan kalkun pada kandang yang hangat. Anakan kalkun tidak tahan terhadap cuaca yang dingin. Tambahkan lampu sebagai alat untuk menghangatkan kandang. Gunakanlah lampu pijar, karena jenis lampu ini mampu menghasilkan panas yang cukup dibandingkan lampu jenis lain. Semisal lampu neon atau lampu tabung. Agar hangat merata tutup kandang dengan menggunakan karung goni. Berikan lubang ventilas yang cukup untuk pergantian udara.
Lapisi Permukaan Kandang
Kandang yang kotor tidak dianjurkan untuk digunakan dalam budidaya ayam kalkun, terutama dalam perawatan anakan. Seringlah membersihkan kandang dari tumpahan air minum dan kotoran kalkun. Lapisilah kandang dengan koran atau karung goni untuk menyerap air. Anda bisa juga menggunakan sekam padi untuk melapisi bagian lantai kandang. Ganti segera dengan alas yang baru jika sudah tampak jenuh dengan air dan kotoran basah.
Jika cuaca dingin pilihlah alas yang mempunyai pori – pori besar. Semisal karung goni. Anak kalkun yang kedinginan memerlukan alas yang bisa untuk dicengkram. Jika tidak ada yang dicengkram maka telapak kaki yang masih lemah tersebut akan melengkung dan bentuknya akan terbawa sampai dewasa.
Jauhkan Dari Hewan Pengganggu
Kandang anakan harus mempunyai konstruksi dan bahan yang kuat. Sehingga kandang tidak gampang rusak dari serangan hewan pengganggu seperti kucing dan tikus. Pastikan kondisi kandang selalu dalam keadaan tertutup untuk menghidari serangan dari hewan pengganggu.
Berikan Vaksinasi
Vaksinasi adalah hal penting dalam budidaya ayam kalkun. Apalagi untuk anakan. Fungsi vaksinasi adalah untuk menghindarkan anakan kalkun dari serangan penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh. Vaksinasi bisa diberikan melalui cara vaksin tetes mata, tetes mulut ataupun melalui minuman. Vaksin untuk anakan kalkun sangat mudah Anda dapatkan di toko – toko pertanian / peternakan. Harganya pun cukup murah.
Berikan Pakan Yang Bergizi
Untuk langkah awal Anda bisa memberikan pur awal untuk anakan kalkun. Jangan berikan makan bekatul atau jagung. Letakkan pakan pada wadah yang telah disediakan dan jangan taburkan langsung ke lantai atau alas kandang. Hal tersebut akan membuat kandang menjadi kotor dan dapat menyebabkan penyakit.
Letakkan Kerikil Pada Tempat Minum Anakan
Salah satu pemicu terjadinya flu pada anakan kalkun adalah kondisi saat kalkun akan minum. Posisi hidung yang terlalu masuk ke dalam air menyebabkan hidung menjadi basah dan gampang terserang flu. Untuk menghindari hal tersebut maka Anda bisa menambahkan kerikil – kerikil kecil yang telah dibersihkan ke dalam tempat minum kalkun. Sehingga paruh tidak akan masuk terlalu dalam ketika anakan akan minum. Gantilah air minum setiap hari. Bersihkan tempat minum sampai benar – benar bersih termasuk kerikil yang ada di dalamnya. Jika Anda jarang mengganti air, maka anakan sangat rentan terserang penyakit.
Jemur Anakan Pada Pagi Hari
Jemurlah kandang dan anakan kalkun pada pagi hari. penjemuran berguna untuk menguatkan tubuh anak kalkun dan dapat mengurangi kelembaban alas pada kandang dan membunuh kuman – kuman penyakit.
Pakan Untuk Budidaya Ayam Kalkun
Pakan pokok pada ternak kalkun atau budidaya ayam kalkun diantaranya sebagai berikut;
  • Konsentrat
Konsentrat disini merupakan salah satu jenis BR yang umumnya dijual di warung atau kios-kios pakan ternak dan dipasar. Pemberian konsentrat harus menyesuaikan umur kalkun yang di pelihara. Konsentrat BR terbagi menjadi dua yaitu BR1 untuk budidaya ayam kalkun anakan dan BR2 untuk budidaya ayam kalkun dewasa.
  • Bekatul
Sebagian besar orang menyebut bekatul dengan sebutan dedak. Bekatul atau dedak terbuat dari serbuk sisa gilingan padi. Bekatul ini juga terbagi menjadi dua jenis yaitu bekatul halus untuk anakan dan bekatul kasar untuk dewasa.
  • Sayuran
Pada dasarnya kalkun merupakan hewan vegetarian. Kebanyakan orang yang memiliki peternakan kalkun memberikan pakan utama berupa 80% sayuran. Selain mengandung banyak vitamin dan nutrisi, sayuran juga lebih murah di bandingkan bekatul dan konsentrat. Sayuran yang umumnya menjadi pakan kalkun diantaranya sebagai berikut:
  • Sawi
  • Kangkung
  • Bayam
  • Enceng gondok
  • Daun pisang
  • Pepaya
  • Sayuran hijau lainnya.
Makanan lain yang biasa di konsumsi dalam budidaya ayam kalkun adalah tahu putih, sisa makanan, nasi aking dan sebagainya. Cara membuat pakan kalkun adalah sebagai berikut: potong kecil-kecil sayuran hijau, kemudian masukan potongan sayur tersebut kedalam wadah dan dicampur dengan bekatul serta konsentrat. Setelah itu berikan sedikit air lalu diremas-remas hingga tercampur merata seperti adonan.
Panen Ayam Kalkun
Kalkun yang telah berusia lebih dari dua bulan sudah layak dipanen. Panen ternak kalkun meliputi pemanenan daging dan juga telur. Selain dimanfaatkan daging dan telurnya kotoran kalkun pun sekarang sering di gunakan sebagai pupuk organik. Bahkan bulu kalkun juga laku dijual. Biasanya bulu kalkun di gunakan untuk hiasan dan asesoris.
Peluang Budidaya Ayam Kalkun dan Analisis Bisnisnya ( Part II )
Budidaya Ayam Kalkun
Pemanenan daging memiliki dua cara yaitu secara eceran atau daging utuh tanpa kepala (karkas). Keduanya memiliki harga yang sangat tinggi
Rincian harga hasil panen budidaya ayam kalkun adalah sebagai berikut:
  • Daging eceran : Rp 60.000 – 80.000 /kg
  • Karkas (Daging utuh tanpa kepala) 
  • Karkas dibawah 4kg : Rp 277.500
  • Karkas 4kg – 4,99kg : Rp 352.000
  • Karkas 5kg – 5,99kg : Rp 427.500
  • Karkas 6kg – 6,99kg : Rp 487.500
  • Karkas 7kg – 7,99kg : Rp 562.500
  • Karkas 8kg – 8,99kg : Rp 637.500
  • Karkas diatas 9kg : Rp 712.500
  • Harga telur : Rp 15.000 /butir
  • Bulu kalkun : Rp 2000 /helai
Analisis Bisnis Budidaya Ayam Kalkun
Anggaran untuk membeli 10 ekor indukan betina dengan 1 ekor pejantan:
Modal awal membeli indukan:
  • 10 indukan betina X Rp 400.000 = Rp 4.000.000
  • 1 ekor pejantan = Rp 250.000
Modal awal membeli indukan = Rp 4.250.000
Anggaran pembelian pakan indukan:
Pakan untuk indukan sebanyak 10 ekor betina dan 1 ekor jantan dapat di rinci sebagai berikut:
  • 2 kg (bekatul + hijauan) X Rp 2.500 = Rp 5000 / hari
Keterangan: Kalkun sehari hanya membutuhkan 2x makan yaitu pagi dan sore hari. Setiap kali makan hanya membutuhkan 1kg bekatul + hijauan.
  • 1 bulan = 30 hari X Rp 5.000 = Rp 150.000
  • 2 bulan = Rp 150.000 X 2 = Rp 300.000
Catatan:
Satu periode budidaya ayam kalkun hanya memerlukan waktu selama 2 bulan. Indukan kalkun yang baik mampu bertelur sebanyak ± 12 butir. Siklus ternak dalam budidaya ayam kalkun adalah sebagai berikut:
  • Butuh waktu 12 hari untuk bertelur setelah dikawini oleh pejantan
  • Waktu pengeraman selama 28 hari
  • Setelah menetas, indukan dipisah dan disendirikan selama 5 hari
  • Setelah itu dijadikan satu dengan pejantan selama 15 hari
  • Setelah itu sudah bertelur lagi
Total waktu yang di butuhkan hingga bertelur lagi adalah 60 hari (2 bulan).
Biaya pembuatan kandang = Rp 450.000
Perhitungan hasil ternak kalkun
Perhitungan hasil budidaya ayam kalkun dalam 1 periode produksi  adalah sebagai berikut:
Setiap indukan umumnya bertelur sebanyak 12 butir, jika di kalikan 10 ekor indukan maka sekali masa bertelur Anda mendapat 120 butir telur kalkun. Namun jika Anda tetaskan  menjadi anakan kalkun, perkiraan  kemampuan menetasnya hanya 10 butir. Sehingga jika ditetaskan semua, kemungkinan Anda akan mendapat 100 ekor anak kalkun dalan 1 periode.
Harga per ekor anak kalkun yang baru menetas umumnya Rp 30.000 X 100 ekor,  maka Anda akan mendapat Rp 3.000.000 setiap periode produksi. Dalam setahun indukan dapat bereproduksi sebanyak 6 kali. Sehingga selama 1 tahun, dengan 10 indukan betina saja Anda akan mengantongi Rp 3.000.000 X 6 = Rp 18.000.000. Berikut akan kami paparkan perhitungan keuntungan beternak kalkun.
  • Modal awal budidaya ayam kalkun = Rp 4.250.000
  • Pakan /tahun = Rp 150.000 X 12 bulan = Rp 1.800.000
  • Biaya kandang = Rp 450.000
  • Total anggaran budidaya ayam kalkun selama setahun = Rp 6.500.000
  • Keuntungan bersih budidaya ayam kalkun selama setahun = Rp 18.000.000 – Rp 6.500.000 = Rp 11.500.000.
Jadi dengan 10 ekor indukan betina, rata-rata keuntungan bersih yang didapatkan ialah hampir 1 juta perbulan. Bayangkan jika anda memiliki 100 ekor indukan?


SOURCE :http://www.infoagribisnis.com/2016/10/budidaya-ayam-kalkun/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar